Minggu, 05 Agustus 2012

HIKAYAT ANEUK JAMPOEK




sumber :www.serambinews.com
post later: ibnu hakim
 Nibak siuroe nabi jak meu en
Ka dengon angen jak keulileng donya.
.
Sulaiman neuheuy sigala ciceem
Toeh siri kateem lon bouh keu raja.


Seuot po jampok hai teungku ampon
Nyoepat sigam long neuboh keuraja
Seubab si gam long rupa that ceudah
Lagi ngen hebat ngen bulee mata
Mata jih bulat babah meukuweit
Cukop meusaheet sigam keuraja


Teuma ji seuout beurujuk balee
Han kuteem dikee jampouk keu raja
Hana meusoe-soe ka tajak lakee
Golom meuteuntee tajak peutaba


Lheuh nyan ji seuout tok-tok beuragoe
Hana meusoe-soe taboh keu Raja


Seudangkan dilon keupiah beusoe
Hantom siuroe lakee keu raja.


Ciceem kakirouh nyangna di sinan
Nabi Sulaiman teukheem lagoyna
Po jampok yoh nyan kamalee muka
kaleupah haba nariet jipeugah


Teuma jiseuout buroung keutok-tok
Meuhanjeut  jampouk bah long keu raja
Seuabab di ulon na meupiyasan
Long peeh geundrang oh malam jula


Laju jiseuout si ciceem enggang
Leupah that garang meunyoe jih keu raja
Ampon tuanku saidil ambiya
Galak long raya gobnyan keu raja


Saweub di gobnyan leuthat piyasan
Geupeeh ngen geundrang oh malam jula
Ngon Ciceem got-got geumeu en geudrang
Leupah that garang karu ngen subra


Teuma jidamee uleh keudidi
Si rajawali tabouh keu raja
Ciceem dama peudana meuntri
Beurujuk campli keupala teuntra


Leuk bangguna taboh keu meuntri
Keupala negeri nyoec ciceem dama
Kleung puteeh ulee keupala peulisi
Si mirah pati jeut keu wedana


Keu peuneurangan po ciceem tiong
Nyang mat hukom po ciceem pala
Tok-tok beuragoe keu geuchiek gampong
Ciceem keucuboung keu ureung ronda


Cicem bubruk keuma bidan
Seubab gobnyan geukuwa-kuwa
Dum ciceem laen duk keu rakyat



hikayat

hikayat aneuk jampoek

Sabtu, 04 Agustus 2012

STUDI PENYIMPANAN BUMBU MIE ACEH MENJADI BUMBU DASAR MERAH KOMERSIAL

Ibnu hakim: Mahasiswa Pasca Sarjana KSDL Unsyiah, Banda Aceh

Mie aceh merupakan salah satu makanan yang mempunyai ciri khas tersendiri baik di segi rasa maupun bentuk. Untuk menciptakan cita rasa dan bentuk yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh bumbu mie aceh itu sendiri. Oleh karena itu semua kalangan di masyarakat aceh menyukai mie aceh. Setelah bencana melanda aceh dengan gempa dahsyat dan gelombang tsunami di tahun 2004, keberadaan mie aceh mulai dikenal lebih luas mengingat kedatangan tenaga sukarelawan dari seluruh pelosok nusantara dan mancanegara turut mempromosikan mie aceh. Sehingga saat ini, warung mie aceh mulai hadir di kota-kota besar di pulau jawa dan negara tetangga Malaysia dan Singapura.
Bumbu dasar mie aceh umumnya memiliki bentuk pasta dengan kadar air di atas 65% sehingga kurang stabil untuk penyimpanan dalam waktu yang lama. Sehingga diperlukan usaha untuk mengawetkan bumbu dasar tanpa merusak kandungan nutrisi yang ada. Salah satu proses pengawetan yang mudah yaitu proses pemanasan (penumisan dan pengukusan). Selain itu, jenis kemasan dan kondisi penyimpanan sangat menentukan perubahan mutu bumbu dasar mie aceh selama penyimpanan. Jenis kemasan yang sering digunakan dalam bumbu dasar kering adalah kemasan PP rigit (wadah plastik) dan kemasan PE fleksibel (kantong plastik). Kemasan PP rigit merupakan wadah yang kaku dan mempunyai bentuk sistematis sehingga dapat ditumpuk dan menghemat volume ruang penyimpanan. Sedangkan kemasan PE fleksibel merupakan wadah yang mengikuti bentuk produk pangan yang dikemas, sehingga terjadi ketidak teraturan dalam ruang penyimpanan maka akan menyebabkan volume ruang penyimpan terlibat lebih tinggi.
Keberadaan bumbu mie aceh perlu dikembangkan menjadi produk komersial seperti halnya bumbu pecel makanan khas jawa yang telah menjadi produk komersial di pasar modern. Saat ini, masyarakat dapat membeli pecel dalam kemasan menarik dan praktis dengan umur simpan yang lebih lama tanpa mengurangi cita rasa asli. Oleh karena itu diperlukan penelitian terhadap bumbu mie aceh agar dapat bertahan lama saat disimpan dengan tetap mempertahankan citra rasa yang khas.

KELUARAN YANG DIHARAPKAN
1. Bumbu mie aceh dalam bentuk semi padat yang tahan lama dengan karakteristik mutu (warna) yang disukai konsumen tanpa merubah citra rasa.
2. Artikel ilmiah yang menjelaskan studi penyimpanan bumbu mie aceh menjadi bumbu dasar merah komersial.
ANALISA
Karakterisasi nutu bumbu dasar merah mie aceh dilakukan pada awal penyimpanan meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, nilai L, 0Hue, aw, pH, kadar VRS dan total mikroba. Pengujian kadar VRS (volatile reducing substances) dilakukan pada awal, tengah dan akhir penyimpanan. Bumbu yang ditumis dilakukan pengamatan ketengikan bumbu dalam setiap 3 hari sekali dengan uji peroksida.
Pengamatan terhadap pangamatan mutu bumbu dasar merah Mie Aceh dilakukan setiap hari selama penyimpanan (2 minggu). Pengamatan yang dilakukan meliputi total mikroba, aw, kadar air, total asam pH, kadar VRS, warna dan penilaian organoleptik di tingkat penerimaan panelis.

jaringan irigasi

Ibnu Hakim: Mahasiswa konservasi sumber daya lahan, Banda Aceh

Potensi lahan yang membentang sepanjang pinggir gunung Gampong Lhok Mesjid dengan komposisi tanah dipermukaan berupa liat yang dimanfaatkan petani sekitarnya untuk menanam Palawija dan hortikultura dengan adanya jaringan irigasi yang dibangun pada tahun 2006. Daerah lahan bertekstur liat yang ada di Gampong Lhok Mesjid sebagian merupakan hak milik penduduk. Batas tanah yang merupakan bertekstur liat kurang lebih 12 Hektar dari keseluruhannya dan sisanya sampai batas gampong merupakan hak milik.
Sistem jaringan irigasi Jeuram menggunakan bangunan utama bendung yang terletak di sungai Krueng Seunagan yang disuplesikan ke embung-embung yang ada. Bendung ini merupakan bendung permanen dengan tipe gerak dengan memfungsikan pintu sorong dan sebuah pintu penguras. Bendung Irigasi Jeuram merupakan sumber air utama di daerah irigasi Jeuram untuk memenuhi kebutuhan air irigasi mengalirkan air melalui saluran pembawa. Pada daerah irigasi pengaturan kebutuhan air menggunakan bangunan sadap Areal dan debit air untuk masing-masing bangunan sadap.
Jenis bangunan irigasi pada jaringan irigasi Jeuram terdiri dari bangunan sadap, Corongan, Penguras, Talang, gorong-gorong, Embung dan bak reservoir. Jaringan irigasi Jeuram mempunyai 2 (satu) saluran sekunder sepanjang 2.500 meter. Secara umum kondisi saluran masih cukup baik dan dapat berfungsi dengan baik.
Tampak bahwa jumlah areal berdasarkan bangunan yang ada mencapai luas 12,662 hektar, yang merupakan potensi lahan kurang produktif yang dapat dimanfaatkan, sedangkan debit air yang tersedia mencapai 20m3/detik dan apabila dimanfaatkan melalui sumur renteng, dapat mendekatkan input air terhadap tanaman yang dibudidayakan serta terjadi adanya efisiensi penggunaan air. Dengan luas areal lahan Pengunungan lebih kurang 12 hektar, petani melakukan usaha pembenahan tanah setiap kali akan melaksanakan penanaman mempergunakan pupuk kandang, lempung, dan kompos.

budaya nagan

Ibnu Hakim:  mahasiswa Pasca Sarjana KSDL Unsyiah, Banda Aceh